Senin, 29 Oktober 2012

Aku, Kamu, dan Romansa

Kebanyakan orang, mungkin, suka saat kekasihnya menyanjungnya dengan rangkaian kata cinta. Romantis, kata mereka.

Kamu, sayangku, adalah romantisme yang hidup. yang ada, tanpa banyak kata.
Terkadang puisimu adalah seuntai senyuman, dan kau tanamkan sajak cintamu dengan pandangan mata, entah bagaimana caranya.

Kamu, indah, sayangku. Saat mereka menggunakan rangkaian kata, kau berbeda. Kau tak butuh, tepatnya.

Aku mencintaimu, dalam kebisuan puisiku. 
Cinta yang tiada dalam larik-larik yang terbaca.
Cinta yang menjelma, saat puisi itu sendiri, tiada.



Minggu, 21 Oktober 2012

Jika kamu, sayangku

Jika kamu puisi, sayangku.
Aku ingin menjadi jeda di sana
menjadi tempatmu bernafas
atau menyusun nada, dan kata indah berikutnya.


Jika kamu puisi, sayangku.
Aku  ingin menjadi rimanya.

menjadi susunan kata,

yang kau pilih untuk ada.


Itu saja.
Minggu, 14 Oktober 2012

Kali ini aku tahu


Selamat Malam.

Malam ini tanpa sengaja aku baca catatanmu, ya, sesuatu yang tanpa sengaja ku ulangi tiap hari sejak kita memutuskan untuk menikmati tiap malam kita sendiri-sendiri.

Catatanmu kali ini tentang orang ketiga, yang entah kenapa tak kau sebutkan namanya. Disini aku mencoba menempatkan diri sebagai pembaca yang tak mengenalmu. Pembaca yang pura-pura tak tahu (si)apa(pun) yang terlintas dalam benakmu. Karena terlalu tak adil jika aku tiba-tiba saja menempatkan diri menjadi tokoh dalam ceritamu, sungguhpun, kadang aku tau kau menulis cerita tentang aku.

Ada tiga tokoh dalam ceritamu. Aku yakin kamu salah satunya. Kau tulis "aku mencintainya". Mencintaiku? Segera saja kutenggelamkan egoku. Mana mungkin?? komentarku disini, dan yang jelas, kamu takkan mendengarnya- walau aku ingin kau tersenyum dan meyakinkan aku, persis seperti malam-malam sebelumnya.

Aku yakin setidaknya bukan aku yang jadi orang ketiga. Entah darimana. Kubaca barisan kata selanjutnya dengan keyakinan kalau aku bukan orang ketiga. Bukan. Bukan aku orang ketiganya.

Cerita ini tak asing.

Potongan cerita ini tak sengaja kutemukan di telepon genggam seorang sahabat dekat.

"Aku mencintaimu"

dan di bawahnya tertera nomormu.

Ya, aku tahu. Kali ini aku tidak ada di ceritamu.