Kamu, sayangku, adalah romantisme yang hidup. yang ada, tanpa banyak kata.
Terkadang puisimu adalah seuntai senyuman, dan kau tanamkan sajak cintamu dengan pandangan mata, entah bagaimana caranya.
Kamu, indah, sayangku. Saat mereka menggunakan rangkaian kata, kau berbeda. Kau tak butuh, tepatnya.
Aku mencintaimu, dalam kebisuan puisiku.
Cinta yang tiada dalam larik-larik yang terbaca.
Cinta yang menjelma, saat puisi itu sendiri, tiada.

0 komentar:
Posting Komentar