Kita Berdua Sama.
Kita tanpa sengaja memakai dresscode yang sama. Balutan warna hitam dan kuning, Oh tidak cuma kita rupanya. Malam ini juga. Gelap hitam dan kuning lampu petromaks hampir mati yang ada di ujung jalan ini. Hahaha, Bersukurlah kawan. Nasib kita sedikit lebih baik daripada petromaks. Kita masih hidup walaupun tak tau berapa lama lagi kita bisa bertahan menikmati perasaan semacam ini. atau setidaknya bertahan untuk tidak menjadi seperti petromaks pinggir jalan. Hampir Mati Sendirian.
Entah kenapa saat mengomentari petromaks itu, aku berfikir kalau Kamu ingin sedikit membela petromaks itu. Iya karena dia bercahaya bukan ? Atau karena dia mati-matian bersinar walau nyawanya hampir habis di pinggir jalan ?? Sudahlah.. Aku ingin mencabut nyawanya. Aku tak tega melihatnya bersinar sendirian disana. Setidaknya kita menyaksikannya mati. Bukankah itu lebih baik daripada mati tanpa seorangpun mengetahui ? atau Kamu punya usul lain, kawanku ?
Iya, tak ku pungkiri kita masing masing membutuhkan cahaya. Aku, walaupun lebih suka gelap seperti ini aku butuh cahaya. Aku kehilangan cahaya di mataku, kata orang orang terdekatku. Kamu ? Apa kau bisa menangkap gambar jika tanpa cahaya ?
Aku berubah fikiran tentang lampu itu. Tak usah lah kita membunuhnya. Kita sudah terlalu banyak kehilangan cahaya. Apa yang terjadi pada kita kalau satu-satunya cahaya disini juga pergi ?. Kemarilah. Kan ku abadikan cahayanya dengan matamu.
Iya, Setidaknya, dengan itu, Kita masih punya cahaya.
Walaupun hanya potretnya saja.


0 komentar:
Posting Komentar