Lalu apa yang kau sebut keyakinan, selama ini
Saat ribuan mata menghujat tanpa henti
Bukankah sejak dulu kau sudah belajar
Bahkansampai piala itu kau kejar-kejar
Buat apa, jika hasilnya sama saja

lalu dimana semangatmu yang dulu
Saat hujan dan mentari tak kau gugu
Tidakkah aturan itu sedikit membekas?
Atau memang dulu kau hanya butuh pantas?

Lalu bagaimana dengan janjimu
Layaknya angan dan rencana yang menggebu-gebu
Kau bilang air itu menuju muara
Tapi nyatanya, banyak sampah yang menghadangnya

Lalu mengapa kau kini diam
Mencoba menetralkan sebuah keadaan?
kau kira kau bisa membohongi kami?
Tidak, karena janjimu tak ada artinya lagi!

Planet Biru, 2 April 2012