Kini semua kata yang biasanya menggoda, menanti untuk ditulis rapi, hilang kendali. Bukankah seharusnya kalian keluar? menata diri menjadi barisan puisi untuk kekasihku saat ini ??
Penghianat.
Apalagi kata yang tepat ? Kalian duduk manis diluar sana. Menonton, tertawa, aku kehabisan daya. Biasanya Hujan, Senja, atau Apa saja, jadi sajak, puisi, namun sekarang tidak lagi. Dan kalian tertawa disana ? Syalalala, aku (berusaha) tak peduli.
Jeda
Mungkin kalian memberiku kesempatan. Untuk sadar, untuk merasa. Memberiku sedikit waktu untuk berfikir sendirian.
Kalian tersenyum.
"Belajarlah mencintai, tanpa kami, tuan."
"Apa yang kau perbuat, tuan ? Kekasihmu menggunakanku, Apakah itu untukmu ??"
"Semoga engkau tahu, tuanku. Diantara Sajak dan puisi, selalu ada pesan yang tak terbaca. Pesan yang sebenarnya, ada disana."
Maaf, aku tak sadar.
Semoga, Aku lebih peka, tanpa kalian.
Semoga, Aku lebih peka, tanpa kalian.
