Jumat, 14 Desember 2012
Kaku.

Kini semua kata yang biasanya menggoda, menanti untuk ditulis rapi, hilang kendali. Bukankah seharusnya kalian keluar? menata diri menjadi barisan puisi untuk kekasihku saat ini ??

Penghianat.

Apalagi kata yang tepat ? Kalian duduk manis diluar sana. Menonton, tertawa, aku kehabisan daya. Biasanya Hujan, Senja, atau Apa saja, jadi sajak, puisi, namun sekarang tidak lagi. Dan kalian tertawa disana ? Syalalala, aku (berusaha) tak peduli.

Jeda

Mungkin kalian memberiku kesempatan. Untuk sadar, untuk merasa. Memberiku sedikit waktu untuk berfikir sendirian.

Kalian tersenyum.

"Belajarlah mencintai, tanpa kami, tuan."

"Apa yang kau perbuat, tuan ? Kekasihmu menggunakanku, Apakah itu untukmu ??"

"Semoga engkau tahu, tuanku. Diantara Sajak dan puisi, selalu ada pesan yang tak terbaca. Pesan yang sebenarnya, ada disana."

Maaf, aku tak sadar.
Semoga, Aku lebih peka, tanpa kalian.



Sabtu, 08 Desember 2012

Hujan

"Aku besok berangkat"

Datar. Entah kamu dengar atau tidak. Aku tak peduli. Aku tak pernah berniat mengulangi.

Kau tersenyum. Senyum yang sebentar. Senyuman paling tegar yang bisa kau berikan sebelum matamu sama dengan langit malam saat itu.

Gerimis.

Aku membiarkanmu terisak. Apalagi yang bisa ku lakukan ?



Hujan semakin deras.

Tangismu semakin lepas.

--------------------------------------------------------

Isakanmu berkurang. Kau mulai berusaha mengatur nafas. dan anehnya, tersenyum.

"Terima kasih telah menemani hingga saat ini." ujarmu.

"Aku sebenarnya, sudah lama, mencoba tegar, berdiri sendiri. Tapi selama itu pula, aku jatuh dan kamu selalu ada."

Jeda

"Aku tau ini saatnya." kau tersenyum lagi. "Selamat Jalan, Aku ga bisa ikut kamu kali ini. Pergilah.."

---------------------------------------------------------

Kau mengantarku keluar.

Aku enggan melangkah.


Kau memelukku.. menepuk bahuku.. (menyamarkan isakmu)

"Jaga dirimu baik-baik"


Kau mendorongku. Menyuruhku melangkahkan kaki.

Satu langkah, dua langkah.. ah.. Mataku pedih sekali..

"Terbanglah.. Yang tinggi !!!" teriakmu..


Aku, sekuat tenaga, tak menoleh lagi kebelakang.

Aku, sekuat tenaga, menjaga langkahku agar tetap tegar.

dan aku tahu, kamu, selalu ada disana,

Menungguku.

di tempat yang sama.