Minggu, 17 Juli 2011
hmm.. selamat malam.

kutulis catatan ini saat aq menemukan cara untuk bersyukur atas apa yang telah Allah Berikan kepadaku. Saat semua mulai terungkap satu persatu, saat cerita itu membuat sedikit celah di kalbuku.

Dulunya aku selalu berfikir untuk percaya begitu saja oleh apa yang dilihat oleh mata, segala bunyi yang ditangkap oleh telinga, dan entah apa yang selalu terekam dalam hidupku.

Aku menghormati Ibuku, selalu, namun setiap apa yang ia ucapkan seakan tersaring oleh firewall yang membuatnya tak masuk dalam hatiku. Segalanya terdengar salah, setidaknya saat itu..

Saat aku melangkah pergi,. aku berfikir tentang ucapan ibu, tentang segala kebenaran yang ia sampaikan, dan nada amarah yang ternyata tak ku dengar. Mungkin hanya emosiku., yang selalu q lampiaskan pada ibu. karna satu-satunya orang yang tahu, dan mau memaafkan aku. Ibuku sabar, Kawan. Mungkin tak perti ibumu yang selalu memberikan apa yang kau pinta padanya, Ibuku memberi lebih padaku, dengan caranya. Namun Sungguh ibu, Aku dulu tidak suka caramu.


"Kamu ingat tentang kisah nabi musa dan nabi khidir ?? "
"Musa tidak dapat melihat apa yang dilihat oleh gurunya.... begitu juga saya "

dan ternyata.. 1-0 untuk Ibuku..


0 komentar:

Posting Komentar